Kamis, 08 November 2012

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang STIFIN



APA ITU STIFIN


Test Finger Print STIFIn

Tes STIFIn dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari Anda, mengambil waktu tidak lebih dari 1 menit.
Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan anda.
Lebih jauh lagi dari susunan syaraf tersebut masih dapat diprediksi letak dominasi mesin kecerdasan Anda ada di irisan otak berwarna putih atau di irisan otak berwarna abu-abu, sehingga mesin kecerdasan anda memiliki kemudi introvert (i) atau ekstrovert (e).
Mesin kecerdasan dengan kemudi atau e inilah yang kemudian disebut sebagai personaliti. Mesin kecerdasan dan personaliti ini keduanya genetik tidak pernah berubah sepanjang hidup anda. Namun demikian terdapat banyak lagi personaliti-personaliti lain yang tidak genetik dan dapat berubah.
Salah satu contohnya seperti sifat (traits) Introvert (disingkat I besar) dan Ekstrovert (disingkat E besar). I dan E sebagai sifat (traits) memang dapat berubah, sedangkan i dan e sebagai kemudi mesin kecerdasan adalah genetik dan tidak dapat berubah. Tes STIFIn mampu menyimpulkan mana yang genetik dengan terlebih dahulu menyingkirkan semua variabel yang bisa berubah (karena tidak genetik).
Konsep STIFIn diperkenalkan oleh Farid Poniman dengan mengkompilasi dari teori-teori psikologi, neuroscience, dan ilmu SDM. Prinsip besarnya mengacu kepada konsep kecerdasan tunggal dari Carl Gustaav Jung.
Tes ini memiliki reliabilitas yang tinggi. Tes yang dilakukan mulai dari usia anak tiga tahun hasilnya akan sama jika diulang kembali pada usia berapapun.

Jumat, 13 Juli 2012

Bekerja Merupakan Sebuah Kehormatan dan Nilai dari Sebuah Ibadah





Seorang lelaki sedang dilanda lapar. Lantas ia pergi ke sebuah rumah makan di pinggir jalan. Tidak menyantap waktu terlampau lama, pesanan makanan lelaki itu sudah terhidang di atas meja. Saat lelaki itu mulai memakan makanannya, seorang anak laki-laki kecil datang menghampiri sambil membawa kue-kue.

“Pak, mau beli kue saya?”

“Tidak. Saya sedang makan,” si lelaki menjawab dengan cuek.

Rupanya,  anak kecil itu tidak lantas pergi. Ia kembali menawarkan kuenya begitu si lelaki menghabiskan makanannya. Namun, tawaran kedua membuahkan hasil yang sama dengan tawaran pertama.

“Tidak. Saya sudah kenyang.”

Setelah lelaki itu membayar makanan di kasir dan beranjak pergi, anak kecil itu rupanya belum menyerah juga. Sudah seharian ini dia menjajakan kue buatan ibunya. Maka kata “menyerah” sudah lama dia hapus dari kamus hidupnya.

“Pak, mau beli kue saya?”

Merasa risih dengan tawaran si anak untuk ke sekian kali, lelaki itu akhirnya merogoh sakunya. Kemudian ia mengeluarkan uang sebesar dua ribu rupiah.

“Ini uang saya berikan. Kuenya tidak akan saya ambil. Anggap saja ini sedekah dari saya.”

Anak kecil itu lantas mengambil uang. Namun tanpa diduga si lelaki, uang tersebut malah diberikan kepada pengemis yang sedang ada di situ.

“Kenapa uang itu kamu berikan kepada pengemis? Kenapa tidak kamu ambil?”

Lugu anak kecil itu tersenyum. Lalu menjawab, “Saya sudah berjanji kepada ibu di rumah, bahwa saya akan menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis. Dan saya akan bangga pulang ke rumah dan bertemu ibu dengan kue yang sudah terjual habis. Saya akan merekahkan senyum manakala menyerahkan uang hasil saya berjualan. Sungguh, ibu saya tidak suka kalau saya menjadi pengemis.”

Lelaki itu tertegun. Tidak ada keraguan yang tersisa, yang ia jumpai di bola mata anak kecil itu. Dia tidak menyangka, anak sekecil itu punya etos kerja yang tinggi. Dia tidak menduga, bahwa keberhasilan menjajakan kue di hadapan ibunya merupakan satu kehormatan.

Setelah agak lama memerhatikan anak kecil itu, si lelaki lalu memutuskan untuk memborong habis kue. Bukan karena kasihan, tetapi karena ia telah ditegur sebuah pendirian, bahwa sesungguhnya bekerja adalah sebuah kehormatan.

Dikisahkan, bahwa suatu hari Nabi Isa a.s berpapasan dengan seseorang. Lalu ia bertanya, "Apa kesibukanmu sehari-hari?" Orang itu menjawab, "Aku senantiasa sibuk beribadah." Mendengar demikian, Nabi Isa lekas melanjutkan pertanyaannya, "Lalu siapa yang menanggung kehidupanmu?" Ia berkata, "Saudaraku." Nabi Isa spontan menjawab, "Kalau demikian, saudaramu itu lebih tinggi nilai ibadahnya daripada kamu." (Al Ghazali)

Sabtu, 30 Juni 2012

Pekerjaan Sosial

INTERVENSI PEKERJAAN SOSIAL

Intervensi Pekerjaan Sosial adalah aktivitas profesional Pekerjaan Sosial yang dikenakan/ditujukan kepada orang, baik secara individu, kelompok, maupun masyarakat, baik yang bersifat residual ataupun institusional, baik langsung maupun tidak langsung, baik preventif, kuratif-rehabilitatif, developmental-edukatif, maupun preventif, yang dilandasi oleh seperangkat ilmu pengetahuan dan ketrampilan, dan kode etik profesi.
Dalam intervensi ini terkandung berbagai aspek atau dimensi, seperti : bidang garapan, proses, prinsip, strategi, fungsi, metode, dll.

1. Pendekatan Pekerjaan Sosial
Dualistic Approach
Pendekatan ini didasari asumsi bahwa “Masalah yang dihadapi manusia adalah hasil interaksi sosial manusia (penyandang masalah) dengan lingkungannya”, oleh karena itu pemecahan masalah harus diawali dengan memandang manusia dan lingkungannya sekaligus, dan pemecahan masalah harus dilakukan terhadap penyandang masalah dan lingkungannya sekaligus.

Holistic Approach/Comprehensive Approach
Pendekatan ini didasari asumsi bahwa “Setiap masalah yang dihadapi manusia tidak pernah berdiri sendiri atau tunggal”, artinya satu masalah selalu terkait dengan masalah lain atau mencakup beberapa aspek/dimensi manusia. Oleh karena itu pemecahan satu masalah harus dikuti dengan pemecahan masalah lain yang terkait atau menyeluruh atau secara luas.

2. Sistem-Sistem Dasar Pekerjaan Sosial
Sistem-sistem dasar pekerjaan sosial atau 4 sistem dasar pekerjaan sosial dapat dikatakan sebagai penjabaran dari pendekatan dualistik dan sekaligus pendekatan wholistik/komprehensif.
Jika dianalogikan dengan bidang kedokteran, Pekerja Sosial yang sedang membantu orang memecahkan masalahnya, ibarat dokter yang sedang menangani/menyembuhkan penyakit pasiennya. Pasien dari Pekerja Sosial disebut Klien, sedangkan Pekerja Sosial disebut Pelaksana Perubahan.
Untuk menyembuhkan penyakit pasiennya, dokter cukup memberikan perlakuan kepada pasiennya saja (pendekatan monolistik), tetapi Pekerja Sosial tidak dapat/boleh menggunakan pendekatan monolistik. Sesuai dengan asumsi yang mendasari, satu masalah yang dihadapi orang pasti melibatkan atau terkait dengan interaksinya dengan lingkungannya. Artinya masalah itu hasil interaksi keduanya. Oleh karena itu keduanya harus diberi perlakuan.
Masalah manusia selalu multidimensional atau kompleks, artinya mencakup/melibatkan aspek lain. Pekerjaan Sosial hanya kompeten di bidangnya. Kompetensi bidang lain harus diserahkan pada porfesi lain yang kompeten dengan bidang masalahnya.

Sistem Pelaksana Perubahan (Change Agent System)
Sekelompok orang yang tugasnya memberikan bantuan atas dasar keahlian yang berbeda-beda dan bekerja dengan sistem yang berbeda ukurannya.
Sistem Klien (The Client System)
Orang (perseorangan, keluarga, kelompok, masyarakat yang di samping menjadi penerima bantuan jga merupakan sistem yang meminta bantuan bantuan.
Sistem Sasaran
Sistem sasaran adalah orang-orang yang dijadikan sasaran perubahan atau pengaruh , agar tujuan dapat dicapai. 
Sistem Kegiatan ( orang-orang yang bersama-sama dengan pekerja sosial berusaha untuk menyelesaikan  tugas-2 dan mencapai tujuan dan mencapai tujuan usaha perubahan)


2. Bidang-Bidang Pelayanan Pekerjaan Sosial-2
Public Assistence (Bantuan Masyarakat)
Social Insurance (Jaminan Sosial)
Family Services (Pelayanan Keluarga)
Child Welfare Services (Pelayanan Kesejahteraan Anak)
Health and Medical Services (Pelayanan Kesehatan dan Medik)
Mental Hygiene Services (Pelayanan Kesehatan Mental)
Correctional Services (Palayanan Koreksional)
Youth Leisure-time Services (Pelayanan Bagi Remaja)
Veeteran”s Services (Pelayanan Bagi Veteran)
Employment Services (Pelayanan bagi Pekerja)
Housing Services (Pelayanan Perumahan dan Pemukiman)
International Social Services (Pelayanan Sosial Internasional)
Community Welfare Services (Pelayanan Kesejahteraan Masyarakat)

3. Setting Pekerjaan Sosial
Primary Setting
Aktivitas profesional yang menempatkan profesi Pekerjaan Sosial sebagai profesi utama, sedangkan profesi lain sebagai profesi pendukung.


Secondary Setting
Aktivitas profesional yang menempatkan profesi Pekerjaan Sosial sebagai profesi pendukung dari profesi lain yang menjadi profesi utamanya.

4. Metode-Metode Pekerjaan Sosial
Social Case Work
Metode yang digunakan  untuk membantu memecahkan masalah klien secara perseorangan.

Social Group Work
Metode yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah klien dengan menggunakan kelompok sebagai alat/media.

Commnuity Organizing/Community Development
Metode yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah klien dengan basis kekuatan masyarakat.

Social Work Administration
Penyelenggaraan administrasi yang optimal, guna membantu pemecahan masalah klien agar lebih efektif dan efisien.

Social Work Research
Penelitian-penelitian yang dilakukan guna menggembangkan konsep, metode, teknik, dll agar praktek pekerjaan sosial semakin berkembang, efektif dan efisien.


5. Fungsi Dasar Pekerjaan Sosial (Rex A. Skidmore & Milton G. Thackeray)
Restoration of impaired social functioning : 
  Curative aspects
Tindakan professional dilakukan untuk memecahkan masalah 

  Rehabilitative aspects
Tindakan dilakukan untuk memperbaiki kondisi klien yang rusak/ terganggu agar kembali seperti semula 

Provision of resources :
   Developmental
Tindakan profesional diarahkan untuk mengembangkan potensi atau kemampuan yang dipunyai  klien 

 Educational
Tindakan profesional dilakukan dalam bentuk pendidikan atau pelatihan kepada klien


Prevention :
   Prevention of problems
Tindakan profesional dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi masalah.

   Prevention of social ills
Tindakan profesional dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi penyakit-penyakit sosial 

 6. Prinsip-Prinsip Dasar Pekerjaan Sosial
Acceptance (Penerimaan)
      Social Worker harus menerima klien apa adanya, siapapun dia.

Individualization (Indidualisasi)
      Social Worker harus mengarahkan aktivitas profesional agar klien 
      mampu mengambil keputusan sendiri dengan sadar.     

Nonjudgemental attitude (Sikap Tidak Menghakimi)
      Social Worker tidak boleh memberi penilaian atas sikap dan ucapan   
      klien.

Rationality (Rasionalitas)
      Setiap pengambilan keputusan harus didasari pertimbangan rasional 

Emphaty (empati)
      Social Worker harus mampu menempatkan diri pada sudut pandang 
      klien.

Genuiness (Ketulusan/Kesungguhan)
       Social Worker harus bersikap tulus/sungguh-sungguh dalam bersikap   
       dan bertindak.

Impartiality (Kejujuran)

Confidentiality (Kerahasiaan)
          Social Worker harus mampu menjaga kerahasiaan 

Self awareness (Mawas Diri)
      Social Worker harus menyadari kemampuan dan kelemahan yang ada 
      pada dirinya.


7. Pelayanan Sosial
Social services are comprised of individualized, direct, organized activities or case interventions that aim at helping an individual or collectivity adaptation. Social services constitute and also provide needed resource to help improve social competencies, effect behavior and identity change, resolve adjustment problems. (Siporin, 1975 :7)

Social service maybe interpreted as consisting of programs made available by other than market criteria to assure a basic level of health-education welfare provision to enhance communal living and individual functioning, to facilitate acces to service and institution generally, and to assist those in dificulty and need. (Alfred J. Khan, 1973:21)

8. Proses (Tahapan)Pelayanan
Assessment
Plan of Treatment
Treatment
Evaluation
Termination
After Care

9. Proses (Tahapan)Pelayanan (Max Siporin)
Engagement, Intake and Contract
Assessment
Planning
Intervention
Evaluation and Termination

9. Proses (Tahapan)Pelayanan 
Engagement, Intake and Contract
Assessment
Plan of intervntion
Intervention
Evaluation 
Termination
Follow up

10. Strategi Pelayanan
Client Based Services
Family Based Services
Institutional Based Services
Community Based Services
State Based Services

10. Strategi Pelayanan Bagi Anak
Client Based Services
Family Based Services
Institutional Based Services
Community Based Services
Location Based Services
Halfway Houses Services
Foster Home Care Services
State Based Services


11. Sistem Pelayanan
Sistem Panti
Sistem Nonpanti

12. Bentuk Pelayanan
Bantuan Sosial
Bimbingan Sosial
Penyuluhan Sosial

13. Sistem-Sistem Sumber
Sistem Sumber Informal/Alamiah
Sistem Sumber Formal
Sistem Sumber Kemasyarakatan


DIMENSI BARU yang dimasuki oleh social worker di indonesia (Profil Pekerja sosial profesional Indonesia Mitra Pembangunan Kesejahteraan Sosial, 2003)


KONSULTAN EKONOMI DAN BISNIS
ADVOKASI DALAM PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DIMENSI EKONOMI DAN POLITIK
LEMBAGA-LEMBAGA INTERNASIONAL DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
DISASTER MANAGEMENT
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)


Jumat, 13 April 2012

Apa manfaat Menulis Bagiku?

Menulis merupakan salah satu hobi yang produktif. Menulis itu bukan sekedar merangkai kata-kata menjadi kalimat yang memiliki makna. Akan tetapi, menulis merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan semua ide-ide yang ada dalam pikiran kita tanpa ada batasan yang menghalangi.

Apa manfaat menulis bagi saya? Tentu saja sangat banyak. Saya bukan orang yang pandai mengeluarkan ide yang ada dalam pikiran saya secara lisan. Untuk itu, saya membutuhkan alternatif lain untuk mengemukakan ide saya tersebut. Dan menulis adalah alternatif yang saya pilih. Seperti yang sudah saya sampaikan, dengan menulis saya bisa mengeluarkan ide-ide yang ada dalam pikiran saya. Bagi saya, menulis itu sama saja dengan menciptakan dunia saya sendiri, dunia yang saya inginkan, tanpa ada yang bisa membatasi.

Manfaat lain yang saya dapatkan dari menulis adalah kepuasan hati. Mungkin ini agak berlebihan, namun itulah yang saya rasakan setelah saya menulis. Sudah menjadi suatu kebiasaan bagi saya untuk menulis saat saya merasa tertekan. Hati akan terasa lebih ringan saat saya sudah menulis.

Menulis juga merupakan salah satu cara untuk menyimpan kenangan yang berkesan. Terkadang sayapun menuliskan kenangan-kenangan saya bersama sahabat-sahabat saya. Saat rasa bosan datang, saya sering membaca kembali tulisan-tulisan saya tentang kenangan saya bersama sahabat-sahabat saya.

Untuk membuat tulisan yang baik, tentu saja diperlukan imajinasi serta pengetahuan yang luas. Saya ingin membuat tulisan yang baik, karena itulah saya jadi sering membaca untuk menambah pengetahuan saya.

Minggu, 08 April 2012

Setiap kemenangan butuh kesabaran

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

kiriman dari seorang sahabat

Terima kasih atas artikelnya. Teruslah menulis sahabat..

Senin, 02 April 2012

Tidak Mudah dan Diluar Dugaan

Aku memang penuh rencana. Berusaha membuat sesuatu hal baru setiap waktu. Kala jemu mencengkram hatiku dengan erat, kulepas ia dengan tak peduli. Kadang aku suka mengerjakan sesuatu hal tanpa rencana, namun untuk hal ini sepertinya menyakitkan. Bayangkan saja, setiap hal yang kita lakukan haruslah ada manfaatnya tapi yang kini aku lakukan cenderung hampa. Tanpa sedikitpun makna tersirat untuk minimal membuat hal ini sedikit mulia.
Aku mulai bermain dengan waktu, bermain tarik ulur dengan waktu, bermain toleransi terlalu tinggi dengan waktu hingga tak kusadari waktu jua yang membuat aku hancur berkeping-keping. Terlalu berlebihan sepertinya jika aku berkata demikian, bagaimanapun waktu yang aku punya adalah milikku maka saat aku tersakiti olehnya, sebenarnya aku sendiri yang menyakiti hatiku. Pelik memang.
Jika bicara tentang waktu, maka aku harus kembali teringat akan masa lalu,, sebut saja saat itu adalah waktu yang paling bersahabat denganku. Kala aku merasa setiap detik yang terlewat adalah tetesan madu yang lezat hingga tak mau setetespun kulewatkan. Tapi biarlah ia berlalu, toh aku pernah merasakannya dan merasa nyaman menjalaninya. Walau mungkin saat ini tak sama seperti itu, tapi aku bersyukur karena aku bertambah dewasa. Insya Allah.

Senin, 22 Agustus 2011

Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang


Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."

Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.

Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."

Jumat, 11 Februari 2011

Catatan Perjalanan ke Gunung Cikurai, Garut. With PALAKS (Penikmat ALAm Komunitas Sosial)

            Welcome to the jungle! Yeah, itulah deskripsi perjalanan yang akan saya bahas pada blog ini. Ide untuk mengisi liburan ditengah jadwal yang padat, membuat saya ingin refreshing tapi dengan aktifitas yang seru dan menantang *hehe.. Pada tanggal 5 november 2010 saya (rayestar bernando) bersama tiga teman saya yaitu Falga Mustofa Tauhid (aga), Rudi Sahala Silaban (laban), dan Jhon Ronaldo (onay).  Pada saat itu kami bersiap berlibur menuju Gunung Cikurai - Garut. Kamipun berangkat pukul 5 sore dari Jatinangor, tepatnya pertigaan plang brimob sayang. Dengan menggunakan angkot Gede Bage – Rancaekek kamipun turun di Dangdeur Rancaekek *bayarnya Rp1500 saja dan ketika sampai di rancaekek kami bersiap untuk kemudian menaiki bus menuju narogong, garut. Pada saat itu Kami menaiki bis intan raya dan saya duduk dibangku barisan belakang, beruntungnya saya duduk bersebelahan dengan seorang gadis berusia 17 tahun *hehehe asik lhoo. Ketika itu saya belum berani mengajak gadis itu untuk ngobrol karena  disebelahnya juga ada seorang pria yang saya duga adalah pacar dari gadis tersebut. Ketiga teman saya yang duduk di bangku  panjang paling belakang menertawakan dan mengejek saya karena saya tidak mengobrol dengan gadis tersebut, selang 20 menit kemudian, ketika saya mengetahui pria yang berada disebelahnya bukan pacarnya, saya memberanikan diri untuk mengobrol dengan gadis tersebut. Namanya nuniks, usianya 17 tahun dan dibekerja sebagai buruh pabrik di PT. Ginset cileunyi. Saya terkejut ternyata dia masih sangat muda, dia juga mengaku tidak melanjutkan sekolah ke tingkat SMA karena orang tuanya yang menyuruhnya untuk bekerja dan memberikan alasan karena pergaulan zaman sekarang yang tidak baik baginya.
            Banyak perbincangan yang saya obrolkan dengannya tetapi sayang, saya tidak sempat meminta nomor hpnya karena HP saya baterainya habis *hahaha jadi curcol deh. Saya tidak habis pikir ternyata zaman seperti ini masih banyak anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena anjuran orang tuanya. Sosok nuniks adalah gadis yang menurut saya cantik, polos dan baik. Perjalanan menaiki bus tersebut menghabiskan waktu sekitar 1 jam perjalan menuju bundaran narogong garut, dan kami pun turun disana. Pada itu pukul 7 malam Setelah kami turun dari bus, kami melanjutkan dengan jalan kaki sekitar 5 menit untuk naik angkot menuju rumah teman saya falga. Disana kami rencananya istirahat untuk malam ini dan menunggu 3 orang lainnya yang juga ikut menuju cikurai yaitu asep saepul mi’raj, kang eky mustofa sulaeman dan kang deni.
            
Kami telah tiba ditempat dimana saya dan teman-teman lainnya bersiap untuk menaiki angkot menuju rumah falga, disana kami terkejut melihat 2 teman saya (eky dan teman’y eky) tiba-tiba menaiki angkot tersebut, mereka tidak duduk di dalam tetapi bergelantungan diluar. Mungkin pembaca bingung mengapa tadi saya terkejut??!

            Begini ceritanya,, disini saya juga ingin menceritakan sosok yang menurut saya sangat unik untuk diceritakan.. sosok itu adalah kang eky mustofa sulaeman,, betapa tidak,, bahwa sanya dia berjalan kaki dari jatinangor sampai narogong, tempat dimana saya bertemu dia diangkot. Salutnya lagi waktu tempuh yang ia lakukan untuk berjalan ke tempat tersebut sekitar 15 jam (woooow bukan waktu yang sebentar untuk berjalan kaki). Dan pastinya mungkin teman-teman  bertanya kenapa kang eky melakukan hal tersebut?? Jawabannya adalah dia bernazar (berjanji pada diri sendiri jikalau keinginannya tercapai),, jika dia lulus sidang sarjananya, dia akan berjalan kaki atau mapah dari jatinangor menuju rumahnya yang berada di narogong.. hebat bukan dan esok harinya di harus ikut mendaki cikurai lagi!! Begitu ceritanya.. akhirnya kamipun sampai dirumah falga,, tanpa basa-basi lagi saya langsung minta makan dan falgapun langsung mengeluarkan bekal makanan yang dibawanya dan kita ngeliweut untuk makan bersama-sama. Dan kamipun beristirahat untuk mengisi stamina untuk esok hari.
            Selasa 6 november 2010, pukul 7 pagi kita sarapan setelah itu bersiap untuk menuju cikurai. Datanglah seorang temanku asep saepul mi’raj dan jam 9 pagi kita langsung bergegas untuk berangkat. lajur pendakian yang akan kita lewati adalah dari cilawu, untuk sampai kesana kami harus mencarter angkot seharga Rp5000/orang. Dan setelah sekitar 30 menit berjalan, akhirnya kami sampai di cilawu. Dari sana kami mulai berjalan mendaki melewati perumahan warga, hamparan perkebunan teh dayeuh manggung dengan jalan setapak yang kami lalui dan juga jalan terjal menanjak berupa bebatuan. Selama 2 jam lebih akhirnya kita sampai di tower atau pemancar yang cukup tinggi (TVRI) yang nantinya dapat dijadikan arah (pedoman) dalam perjalanan menuju puncak. Pada saat itu waktu menunjukan pukul 12 siang dan kami bergegas untuk mencari sumber air dan beristirahat sejenak untuk sholat dan makan. Setelah puas beristirahat, jam 1 siang kamipun melanjutkan perjalanan kami.

Seperti karakteristik dari gunung-gunung lain yang memiliki bentuk seperti ini, mata air mengalir akan sulit ditemukan atau bahkan tidak terdapat sama sekali dalam perjalanan menuju ke puncak gunung, dan mata air yang ada di gunung ini pun hanya ditemukan di dekat tower atau pemancar (Cilawu atau Dayeuh Manggung). Oleh karena itu kita harus mengambil air untuk persediaan selama di atas nanti. Untuk mencapai puncak gunung yang tingginya mencapai 2821 meter diatas permukaan laut ini, diperlukan waktu tempuh selama 7 sampai 10 jam untuk waktu normal dan pada waktu tertentu sebaiknya pendaki disarankan agar beristirahat untuk menjaga kondisi dan tenaga. Karena jalur pendakian yang masih termasuk jarang dijamah orang, maka kita akan disuguhkan sebuah pemandangan hutan asri dan alami, tetapi perlu diingat bahwa dalam perjalanan selama menuju ke puncak kita akan menemukan beberapa percabangan jalan, karena petunjuk menuju puncak gunung tidak terdapat dengan jelas seperti halnya Gunung Gede yang telah menggunakan tanda panah untuk mencapai ke puncak. Untung diantara team kami sudah ada yang pernah mendaki gunung cikurai sehingga dia menjadi pimpinan tim, yang berada paling depan dan membuka jalan.
            Kami berjalan mengarungi belantara hutan yang masih sangat sempurna ini, karena beberapa bagian lereng ataupun lembah di hutan ini tidak pernah dijamah oleh manusia. Gunung ini terlihat masih sangat asri dan indah, kami terus berjalan dan setiap 30 menit kami berhenti sejenak untuk meregangkan otot pada tubuh kami, untuk mencapai puncak gunung cikurai ini kita harus melewati 3 punggung puncak untuk mencapai puncak yang sesungguhnya. Waktu itu sudah pukul 8 malam, kita belum juga sampai pada puncak gunung tersebut, karena beberapa diantara kita merasa kelelahan, akhirnya kita memutuskan untuk menghentikan perjalanan sejenak dan mendirikan sebuah tenda. Disana kami bergegas masak nasi dan mie, dan setelah itu kamipun makan dengan tambahan lauk yang dibawa oleh asep. Jam 10 kamipun tidur *padahal sih gak ada yang bisa tidur karena udara yang sangat dingin. 4orang berada dalam tenda, dan 3 orang diluar tenda dengan hanya menggunakan matras dan sleeping bed. Yah,, saya harus tidur diluar dikarenakan badan saya yang cukup besar, ditambah tempat yang saya tiduri sedikit ladai dan saya hampir jatuh ke semak-semak yang cukup terjal. Lucunya lagi, ada seekor tikus yang melewati muka saya *untung aja dah pake sleeping bed, jd gak masuk tuh ke dalam sleeping bed saya.
           Waktu telah menunjukan pukul 1 pagi dan kamipun bersiap untuk bergegas mendaki lagi, pukul setengah dua kamipun melanjutkan perjalanan kami yang tertunda tadi. Memang perlengkapan pendakian kami kurang memadai, dari 7 orang pendaki, kami hanya memiliki 3 senter saja untuk menjadi sumber penerangan, meskipun kurang tapi hanya itu sumber penerangan yang kami punya *yah,, itu akan menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kami jika lain waktu mendaki lagi. Disitu kami merasa perjalanan tinggal sebentar lagi, karena tumbuhan yang berada disana mulai terasa lembap dan penuh dengan lumut, juga jalan yang kami lewati bukan lagi tanah tapi bebatuan. Yups benar ternyata,, sekitar 25 menit kami berjalan akhirnya kami sampai dipuncak yang kami harapkan.. yeahhhh..

            Setiap pendaki pasti akan merasa gembira setelah mencapai puncak, begitu juga dalam pendakian ke puncak Gunung Cikurai ini. Pendaki merasa puas setelah mencapai puncak. Khususnya puncak cikurai, pendaki akan disuguhkan pemandangan yang mungkin berbeda dengan pemandangan di puncak gunung lain, karena kalau kita berdiri di puncak gunung ini yang luasnya kurang lebih sebesar “lapangan sepak bola”, pandangan mata kita akan sangat jelas melihat sekeliling gunung, karena tidak ada pohon ataupun bangunan apapun yang menghalangi pandangan kita. Oleh karena itu sebaiknya pendaki mencapai puncak pada dini hari karena ketika matahari terbit, pemandangannya mungkin tidak akan pernah bisa dilupakan. Itu semua sangat berbanding lurus dari apa yang kita usahakan, dengan apa yang kita dapatkan. Alhamdulillah disana kami dapat menancapkan bendera merah putih. Di atas sana udara benar-benar sangat dingin sehingga saya merasa masuk angin dan meriang. Wow dini hari kita berada dipuncak, dan kamipun menunggu saat-saat yang kami harapkan, yaitu sun raise yang sangat indah di atas puncak cikurai. Ternyata sunraise  yang kami tunggupun tak jua tampak, itu semua karena terhalang oleh awan yang tebal. Dan pukul 9 pagi kami bergegas untuk turun lagi. Disana kami berharap dapat melanjutkan petualangan yang lebih seru lagi..

Minggu, 30 Januari 2011

Memulai Sebuah Tulisan di Blog ini


Assalamu’alaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera bagi kita semua..

            Alhamdulillah segala puji saya panjatkan pada ALLAH SWT ,, akhirnya saya dapat membuat blog ini juga setelah sekitar lebih dari 3 tahun saya menuntut ilmu di Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD belum juga dapat membuat blog. *padahal sih dari dulu blum pernah mencoba untuk bwt blog. Hari ini Minggu, 30 januari 2011. Disini saya akan mecoba belajar menuliskan apa yang telah ataupun yang akan saya dapatkan dari dunia ini, dan sebagai bekal untuk berbagi ilmu serta sharing mengenai makna kehidupan yang sangat indah ini.

            WOW,, Udah lama juga ngak nulis dan mencurahkan segala pikiran hingga ide yang ada dalam pikiranu. Mungkin, saya masih merasa Sibuk dengan agenda kegiatan sana sini hingga melupakan hobi yang amat langka nan unik *hahaha,, lebay juga yah.. itulah dia!! Mengapa harus Menulis?, karena nggak semua orang bisa menceritakan dalam bentuk tulisan atau sekedar bercerita dan iseng meluapkan perasaan. Dan saya adalah orang yang bisa dibilang kurang suka menulis dan meluapkan perasaan saya kedalam tulisan, dan saya akan mencoba mengembangkan kekurangan saya yang sulit untuk menulis itu. Ingat!! semua itu <BISA KARENA TERBIASA> caranya adalah, Salah satunya nulis di blog ini. Bukan untuk promosi atau mendapatkan materialisme… Tapi yang perlu diketahui adalah sebuah tulisan akan perasaan seorang mahasiswa muda tentang hidupnya.
            Saya tekadang suka bertanya kepada diri saya kenapa saya harus mulai menulis? Dan dari sana saya berfikir apa yang bisa saya tinggalkan atau manfaat apa yang bisa diberikan kepada orang lain ketika saya sudah tidak ada di dunia ini?? Yes,, jawabannya menurut saya adalah tulisan, yaitu tulisan yang bermanfaat..

Apa sih Menulis itu??
Menulis adalah berkaca, bercermin, dan mengamati..
Melihat wajah kita sesungguhnya, bahkan bagi mereka yang tak pandai menulis pun Adalah sebuah pembuktian akan karakternya yang lain, akan bentukan dirinya..
Maka, menulis adalah berbagi..
Berbagi manfaat, berbagi ilmu, berbagi jiwa, berbagi rasa.. berbagi beban..
Menulis adalah awal dari rangkaian pembuktian..
Agar integritas kita tak separuh-paruh berjalan dalam untaian huruf-kata-kalimat.. Tapi juga dalam langkah-langkah amal perbuatan..
Pada akhirnya..
Menulis itu.. belajar.
Sebagaimana hidup adalah sebuah pembelajaran..
Maka menulis adalah kehidupan.

            yups,, jadi kita harus berupaya keras atau bekerja keras untuk melakukan semua hal yang baik bagi diri kita dan orang lain. Dan menurut saya,, Jika semua itu tidak dilakukan!!, Adalah dosa jika kita tidak melakukan hal yang terbaik, untuk orang yang kita cintai, terutama bagi diri kita sendiri. Karena apa?! Coba kita renungkan kembali begitu banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Lalu,, karunia tuhan yang mana lagi yang hendak kau dustakan darinya?? Begitu pula kematian,, kita tidak tau berapa lamakah lagi sisa umur yang dapat kita nikmati dari segala nikmat yang telah diberikanya!! Maafkan AKU YA ALLAH, begitu sulitnya hambamu ini mengingatmu ke aku sedang senang/gembira. Tapi, begitu mudahnya saya untuk berdoa dan memohon kepadamu ketika aku terjatuh atau terperosok ke dalam suatu masalah.. Huft,, disini saya bukan mencoba untuk menasehati orang yang membaca TULISAN INI.. tapi saya mencoba menegaskan hal itu pada diri saya sendiri..    
            Well,, dalam upaya untuk peningkatan kreatifitas saya untuk membuat tulisan yang Baik.. kiranya teman-teman yang membacanya dapat menuangkan sedikit komentar terhadap blog ini.. (JADILAH INSPIRASI) JanGan CuMA Menungu,, tapi Bergeraklah kawan.. terima kasih..
Best regards,

Rayestar bernando