Sabtu, 30 Juni 2012

Pekerjaan Sosial

INTERVENSI PEKERJAAN SOSIAL

Intervensi Pekerjaan Sosial adalah aktivitas profesional Pekerjaan Sosial yang dikenakan/ditujukan kepada orang, baik secara individu, kelompok, maupun masyarakat, baik yang bersifat residual ataupun institusional, baik langsung maupun tidak langsung, baik preventif, kuratif-rehabilitatif, developmental-edukatif, maupun preventif, yang dilandasi oleh seperangkat ilmu pengetahuan dan ketrampilan, dan kode etik profesi.
Dalam intervensi ini terkandung berbagai aspek atau dimensi, seperti : bidang garapan, proses, prinsip, strategi, fungsi, metode, dll.

1. Pendekatan Pekerjaan Sosial
Dualistic Approach
Pendekatan ini didasari asumsi bahwa “Masalah yang dihadapi manusia adalah hasil interaksi sosial manusia (penyandang masalah) dengan lingkungannya”, oleh karena itu pemecahan masalah harus diawali dengan memandang manusia dan lingkungannya sekaligus, dan pemecahan masalah harus dilakukan terhadap penyandang masalah dan lingkungannya sekaligus.

Holistic Approach/Comprehensive Approach
Pendekatan ini didasari asumsi bahwa “Setiap masalah yang dihadapi manusia tidak pernah berdiri sendiri atau tunggal”, artinya satu masalah selalu terkait dengan masalah lain atau mencakup beberapa aspek/dimensi manusia. Oleh karena itu pemecahan satu masalah harus dikuti dengan pemecahan masalah lain yang terkait atau menyeluruh atau secara luas.

2. Sistem-Sistem Dasar Pekerjaan Sosial
Sistem-sistem dasar pekerjaan sosial atau 4 sistem dasar pekerjaan sosial dapat dikatakan sebagai penjabaran dari pendekatan dualistik dan sekaligus pendekatan wholistik/komprehensif.
Jika dianalogikan dengan bidang kedokteran, Pekerja Sosial yang sedang membantu orang memecahkan masalahnya, ibarat dokter yang sedang menangani/menyembuhkan penyakit pasiennya. Pasien dari Pekerja Sosial disebut Klien, sedangkan Pekerja Sosial disebut Pelaksana Perubahan.
Untuk menyembuhkan penyakit pasiennya, dokter cukup memberikan perlakuan kepada pasiennya saja (pendekatan monolistik), tetapi Pekerja Sosial tidak dapat/boleh menggunakan pendekatan monolistik. Sesuai dengan asumsi yang mendasari, satu masalah yang dihadapi orang pasti melibatkan atau terkait dengan interaksinya dengan lingkungannya. Artinya masalah itu hasil interaksi keduanya. Oleh karena itu keduanya harus diberi perlakuan.
Masalah manusia selalu multidimensional atau kompleks, artinya mencakup/melibatkan aspek lain. Pekerjaan Sosial hanya kompeten di bidangnya. Kompetensi bidang lain harus diserahkan pada porfesi lain yang kompeten dengan bidang masalahnya.

Sistem Pelaksana Perubahan (Change Agent System)
Sekelompok orang yang tugasnya memberikan bantuan atas dasar keahlian yang berbeda-beda dan bekerja dengan sistem yang berbeda ukurannya.
Sistem Klien (The Client System)
Orang (perseorangan, keluarga, kelompok, masyarakat yang di samping menjadi penerima bantuan jga merupakan sistem yang meminta bantuan bantuan.
Sistem Sasaran
Sistem sasaran adalah orang-orang yang dijadikan sasaran perubahan atau pengaruh , agar tujuan dapat dicapai. 
Sistem Kegiatan ( orang-orang yang bersama-sama dengan pekerja sosial berusaha untuk menyelesaikan  tugas-2 dan mencapai tujuan dan mencapai tujuan usaha perubahan)


2. Bidang-Bidang Pelayanan Pekerjaan Sosial-2
Public Assistence (Bantuan Masyarakat)
Social Insurance (Jaminan Sosial)
Family Services (Pelayanan Keluarga)
Child Welfare Services (Pelayanan Kesejahteraan Anak)
Health and Medical Services (Pelayanan Kesehatan dan Medik)
Mental Hygiene Services (Pelayanan Kesehatan Mental)
Correctional Services (Palayanan Koreksional)
Youth Leisure-time Services (Pelayanan Bagi Remaja)
Veeteran”s Services (Pelayanan Bagi Veteran)
Employment Services (Pelayanan bagi Pekerja)
Housing Services (Pelayanan Perumahan dan Pemukiman)
International Social Services (Pelayanan Sosial Internasional)
Community Welfare Services (Pelayanan Kesejahteraan Masyarakat)

3. Setting Pekerjaan Sosial
Primary Setting
Aktivitas profesional yang menempatkan profesi Pekerjaan Sosial sebagai profesi utama, sedangkan profesi lain sebagai profesi pendukung.


Secondary Setting
Aktivitas profesional yang menempatkan profesi Pekerjaan Sosial sebagai profesi pendukung dari profesi lain yang menjadi profesi utamanya.

4. Metode-Metode Pekerjaan Sosial
Social Case Work
Metode yang digunakan  untuk membantu memecahkan masalah klien secara perseorangan.

Social Group Work
Metode yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah klien dengan menggunakan kelompok sebagai alat/media.

Commnuity Organizing/Community Development
Metode yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah klien dengan basis kekuatan masyarakat.

Social Work Administration
Penyelenggaraan administrasi yang optimal, guna membantu pemecahan masalah klien agar lebih efektif dan efisien.

Social Work Research
Penelitian-penelitian yang dilakukan guna menggembangkan konsep, metode, teknik, dll agar praktek pekerjaan sosial semakin berkembang, efektif dan efisien.


5. Fungsi Dasar Pekerjaan Sosial (Rex A. Skidmore & Milton G. Thackeray)
Restoration of impaired social functioning : 
  Curative aspects
Tindakan professional dilakukan untuk memecahkan masalah 

  Rehabilitative aspects
Tindakan dilakukan untuk memperbaiki kondisi klien yang rusak/ terganggu agar kembali seperti semula 

Provision of resources :
   Developmental
Tindakan profesional diarahkan untuk mengembangkan potensi atau kemampuan yang dipunyai  klien 

 Educational
Tindakan profesional dilakukan dalam bentuk pendidikan atau pelatihan kepada klien


Prevention :
   Prevention of problems
Tindakan profesional dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi masalah.

   Prevention of social ills
Tindakan profesional dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi penyakit-penyakit sosial 

 6. Prinsip-Prinsip Dasar Pekerjaan Sosial
Acceptance (Penerimaan)
      Social Worker harus menerima klien apa adanya, siapapun dia.

Individualization (Indidualisasi)
      Social Worker harus mengarahkan aktivitas profesional agar klien 
      mampu mengambil keputusan sendiri dengan sadar.     

Nonjudgemental attitude (Sikap Tidak Menghakimi)
      Social Worker tidak boleh memberi penilaian atas sikap dan ucapan   
      klien.

Rationality (Rasionalitas)
      Setiap pengambilan keputusan harus didasari pertimbangan rasional 

Emphaty (empati)
      Social Worker harus mampu menempatkan diri pada sudut pandang 
      klien.

Genuiness (Ketulusan/Kesungguhan)
       Social Worker harus bersikap tulus/sungguh-sungguh dalam bersikap   
       dan bertindak.

Impartiality (Kejujuran)

Confidentiality (Kerahasiaan)
          Social Worker harus mampu menjaga kerahasiaan 

Self awareness (Mawas Diri)
      Social Worker harus menyadari kemampuan dan kelemahan yang ada 
      pada dirinya.


7. Pelayanan Sosial
Social services are comprised of individualized, direct, organized activities or case interventions that aim at helping an individual or collectivity adaptation. Social services constitute and also provide needed resource to help improve social competencies, effect behavior and identity change, resolve adjustment problems. (Siporin, 1975 :7)

Social service maybe interpreted as consisting of programs made available by other than market criteria to assure a basic level of health-education welfare provision to enhance communal living and individual functioning, to facilitate acces to service and institution generally, and to assist those in dificulty and need. (Alfred J. Khan, 1973:21)

8. Proses (Tahapan)Pelayanan
Assessment
Plan of Treatment
Treatment
Evaluation
Termination
After Care

9. Proses (Tahapan)Pelayanan (Max Siporin)
Engagement, Intake and Contract
Assessment
Planning
Intervention
Evaluation and Termination

9. Proses (Tahapan)Pelayanan 
Engagement, Intake and Contract
Assessment
Plan of intervntion
Intervention
Evaluation 
Termination
Follow up

10. Strategi Pelayanan
Client Based Services
Family Based Services
Institutional Based Services
Community Based Services
State Based Services

10. Strategi Pelayanan Bagi Anak
Client Based Services
Family Based Services
Institutional Based Services
Community Based Services
Location Based Services
Halfway Houses Services
Foster Home Care Services
State Based Services


11. Sistem Pelayanan
Sistem Panti
Sistem Nonpanti

12. Bentuk Pelayanan
Bantuan Sosial
Bimbingan Sosial
Penyuluhan Sosial

13. Sistem-Sistem Sumber
Sistem Sumber Informal/Alamiah
Sistem Sumber Formal
Sistem Sumber Kemasyarakatan


DIMENSI BARU yang dimasuki oleh social worker di indonesia (Profil Pekerja sosial profesional Indonesia Mitra Pembangunan Kesejahteraan Sosial, 2003)


KONSULTAN EKONOMI DAN BISNIS
ADVOKASI DALAM PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DIMENSI EKONOMI DAN POLITIK
LEMBAGA-LEMBAGA INTERNASIONAL DAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
DISASTER MANAGEMENT
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)